Connect with us

Ekonomi

Perluasan Akseptasi QRIS

 Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M (Dosen STIE Bulungan Tarakan)

Oleh : Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M (Dosen STIE Bulungan Tarakan)

Newstara.com KALTARA – QR Code Indonesia Standard (QRIS) yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan diberlakukan secara efektif mulai 1 Januari 2020, merupakan Quick Respon (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

Kemajuan teknologi dan munculnya QRIS memudahkan berbagai pihak yaitu perbankan, penyedia layanan keuangan digital, merchant, pemerintah daerah, dan konsumen. Kehadiran QRIS tentunya akan lebih efesien. Karena, merchant dan konsumen tidak perlu memiliki berbagai QR Code di meja kasir. Sedangkan bagi pemerintah, QRIS membantu rekam jejak transaksi penerimaan keuangan daerah seperti penerimaan pajak. Kehadiran QRIS meningkatkan kelancaran system pembayaran yang akan memberikan keuntungan bagi merchant maupun konsumen.

Untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemic Covid-19, Bank Indonesia menempuh beberapa langkah, salah satunya yang berkaitan dengan QRIS yaitu melanjutkan perluasan akseptasi QRIS dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi dan pengembangan UMKM melalui perpanjangan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% untuk Usaha Mikro (UMI) dari 30 september 2020 menjadi sampai dengan 31 Desember 2020.

Melalui kebijakan tersebut, diharapkan akseptasi QRIS semakin luas, dalam mendukung program pemulihan ekonomi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Adanya system pembayaran yang lebih lancar maka akan mendorong efesiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, dan akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. QRIS bersifat inklusi untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestic dan luar negeri.

Adanya QRIS masyarakat dapat mudah dan aman bertransaksi hanya dalam satu genggaman ponsel. Selain itu QRIS merupakan standarisasi penggunaan QR Code yang menguntungkan pembeli dan penjual sebab transaksi sangat efesien. Melalui satu kode QR, dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Dengan adanya kebijakan Bank Indonesia memperpanjang Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% dan semua keuntungan yang ditawar serta kemudahan QRIS, maka QRIS akan mendorong semakin berkembangnya ekonomi digital di Indonesia.

Kehadiran QRIS disambut positif dari berbagai pihak dan QRIS memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi digital Indonesia. Namun dibalik penerapan QRIS masih ada sejumlah tantangan yang perlu tindakan lebih lanjut. Tantangan yang ada pada masyarakat itu sendiri, bagaimana merespon perubahan keuangan digital.

Mengingat tingkat pemahaman atau literasi keuangan digital pada masyarakat yang masih rendah. Sehingga penerapan QRIS memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa digunakan pada berbagai kalangan, khusunya di kota-kota kecil. Sehingga diperlukan sosialisasi dan edukasi secara masif ke seluruh lapisan masyarakat.

Tantangan berikutnya, terkendalanya konektivitas yang belum merata. Infrastruktur jaringan hingga saat ini masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Sedangakan di daerah luar jawa terutama kota-kota kecil atau pedalaman masih banyak yang belum didukung oleh infrastruktur yang memadai. Infrastruktur keamanan juga patut diwaspadai sehingga kejahatan digital tidak terjadi.

Namun demikian, terdapat peningakatan nilai maupun volume transaksi yang disebabkan oleh pergeseran preferensi masyarakat untuk menggunakan instrument digital. Pertumbuhan nilai transaksi UE tetap kuat dan volume transaksi digital banking juga mengalami pertumbuhan yang tinggi. Bank Indonesia memprakirakan berbagai transaksi system pembayaran kembali meningkat sejalan prospek pemulihan ekonomi dan perkembangan positif berbagai inovasi pada aktivitas ekonomi dan keuangan digital.

Bank Indonesia akan melanjutkan percepatan implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI) melaui perbaikan infrastrutur, pengaturan dan mekanisme insentif yang relevan melalui Kebijakan Sistem Pembayaran. Sehingga diharapkan adanya kebijakan yang diluncurkan Bank Indonesia dalam memberikan MDR dapat memperluas penggunakaan QRIS dan mengembangkan usaha mikro serta mendukung program pemulihan ekonomi Indonesia. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement





More in Ekonomi