Connect with us

Pilkada KTT

Pilbup KTT, Markus-Hamjah Ijin Adat Turunkan Meligai Kelangkang Pepadau

Pasangan Markus Hamjah saat melakukan persiapan. (Ft. Dok)

Newstara.com TANA TIDUNG – Kabupaten Tana Tidung (KTT) merupakan wilayah kabupaten termuda di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), daerah yang dilewati sungai Sesayap dan salah satu suangi terpanjang di Kaltara ini didiami oleh suku penduduk asli yang dominan, seperti suku Tidung (Ulun Pagun) dan suku Dayak (Brusu, Kenyah hingga Ma’Kulit). Keberagaman suku dan bahasa ini juga memiliki kebiasaan adat istiadat dari sang leluhur yang tidak dapat dipisahkan.

Meminta restu atau ijin kepada leluhur agar perhelatan pesta demokrasi seperti Pemilukada 2020 ini berjalan aman, damai dan lancar tanpa adanya gangguan dari pihak manapun. Dan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tana Tidung, Markus-Hamjah pada Minggu pagi, (12/07/2020) menggelar perhelatan menurunkan Pepadau yang dihanyutkan ke sungai Pulau Sesayap, sementara, Meligai dan Kelangkang di pusatkan di Jalan Bebatu Desa Sepala Dalung, Kecamatan Sesayap Ilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Tokoh Adat Ulun Pagun Tana Tidung, Aji Askandar Ali mengatakan Tana Tidung masih memiliki adat dan kebiasaan yang dilaksanakan setiap tahunnya, dan karena merupakan bagian dari budaya adat Tidung. Namun, pasangan Markus dan Hamjah yang diusung oleh PDIP, Partai Demokrat dan Partai Gelora melaksanakan sebelum menggelar deklarasi.

“Jadi sebelum deklarasi, kami menurunkan Pepadau, Meligai dan Kelangkang dulu, karena memang ini tujuannya sebelum ada perhelatan besar kita minta ijin dulu sama leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa, agar pasangan ini diberi kelancaran dalam menjalankan tujuannya,” tutur

“Ini juga sebagai penghormatan kita kepada leluhur dan sang Pencipta alam semesta,” sambungnya.

Sementara, salah satu tokoh adat Brusu, Yapur Alatas menyebutkan sebagai orang melayu seperti suku Tidung dan suku Dayak memang tidak lepas dari adat istiadat dan kebiasaan dari nenek moyang sebelumnya. Termasuk dengan adat Ulun Pagun dimana pasangan Markus-Hamjah yang memiliki niat besar untuk ikut dalam kontestasi politik.

“Dan karena kesepakatan bersama baik dengan tokoh adat dan pasangan Markus Hamjah, maka kami pihak kelularga melaksanakan adat ini sekaligus juga melestarikan adat budaya kita, dan untuk penghormatan yang tinggi kita kepada adat Tana Tidung sebelum melaksanakan kegiatan-kegiatan besar,”ujarnya.

“Harapan kami semoga pasangan ini jika terpilih dapat bekerja sesuai aturan dan tidak melihat suku, agama dan ras, dan tidak berpihak hanya salah satu suku saja serta mengutamakan masyarakat di Tana Tidung,” ujar Wakil Ketua DPRD Tana Tidung ini.

Sekedar informasi, turut hadir sejumlah tokoh-tokoh adat Tidung dan Dayak, Brusu seperti tokoh Sepuh Tidung M. Najar, Amad D sebagai juru kunci/pawang, Muhammad Sidiq dan Halimah dan lain-lain. Juga hadir sejumlah tokoh Dayak Brusu Arlinda dan lain-lain termasuk keluarga besar Dayak Brusu.

Sementara, dari tokoh partai politik hadir Ketua DPC Demokorat Tana Tidung Zulkifli, Ketua DPC PDIP Markus yang jug Calon Bupati Tana Tidung, lalu Hamjah Calon Wakil Bupati dan Ketua DPD Partai Gelora Tana Tidung.

Reporter: Abd Syukur

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement





More in Pilkada KTT