Connect with us

Kaltara

Suka-Duka Tim Newstara Bagikan Sembako, Mulai Dari Takut Tertular Hingga Selisih Waktu Si Penerima Sembako Sudah Meninggal Dunia

Tim Donasi Newstara bersama menyerahkan sumbangan donasi. (Ft. Dok)

Oleh : Yoko Handani/CEO Newstara.com

Tim Donasi Newstara memang terlihat sudah beberapa hari terakhir ini sangat disibukkan dengan mengumpulkan donasi dalam bentuk uang hingga sembako, dari berbagai pihak yang turut prihatin terhadap warga Tarakan dan sekitarnya yang terdampak Covid-19.

Sebenarnya tidak pernah terpikirkan sedikitpun ingin mengumpulkan donasi untuk warga, namun kita berpikir siapa lagi kalau bukan kita yang membantu, siapa lagi kalau bukan kita yag ikut peduli warga Tarakan atau pembaca setianya Newstara.com

Alhasil, dilakukanlah rapat redaksi dan dibentuk tim relawan donasi Newstara yang bertugas sebagai pengumpul donasi dan penyerahan donasi pada titik-titik di 9 RT (kala itu terdampak Covid-19 baru ada 9 RT), setelah di umumkan di Newstara pun cukup banyak antusiasme pembaca yang ikut ambil bagian, mulai dari pengusaha, pedagang, pejabat, tokoh masyarakat hingga Anggota DPRD Kaltara.

Lagi-lagi kami pun berpikir untuk mengumpulkan hingga banyak dan segera membelikan sembako untuk disalurkan, namun dua hari setelahnya kekhawatiran kami pun memuncak bahwa banyak warga Tarakan yang sangat membutuhkan sembako dan bantuan karena sudah diwajibkan karantina mandiri dirumahnya masing-masing.

Lalu kami pun memutuskan segera melakukan persiapan, baik membeli sembako, memesan masker di Bandung hingga mendata si penerima secara terperinci dan jelas. Akhirnya diputuskan, mulai Kamis malam hingga Jumat sore, (16-17/04/2020) dilakuan pembagian sembako dan membagi tugas masing-masing.

Tim memulainya membagi di Kelurahan Pamusian RT 4 dan 3 yang merupakan kasus Covid-19 pertama kali muncul di Tarakan, sejak sore sudah dipersiapkan dan alhamdulillah tidak ada halangan sekitar 20 paket lebih tersalurkan dengan sangat baik. Dan salah satu tim sempat berujar dan bertanya apakah tidak masalah jika si penerima sembako kita foto dan di publikasihan.

Saya pun menjelaskan insa Allah tidak apa-apa selama niat kita lurus karena Allah ta’ala, lagi pula kita memiliki pengawas yakni pembaca Newstara yang memantau kita dan harus dilaporkan kepada masyarakat sebagai orang yang telah ikut memberikan donasi tersebut.

Kami pun berangkat pada Jumat malam itu dengan niat yang baik, setelah sebelumnya menghubungi Ketua RT 4 Ibu Yuliana Makalua dan membantu menunjukkan rumah-rumah warga yang membutuhkan sentuhan bantuan. Alhamdulillah, saya evaluasi di lokasi tersebut sudah tepat sasaran karena selain RT 4, juga dibagikan kepada sebagian warga di RT 3 Pamusian.

“Alhamdulillah, malam ini kita selesai membagikan sembako dan akan kita lanjutkan besok pagi hingga sore,” ujar saya memberikan sedikit arahan kepada tim berjumlah 4 orang.

….

Pada Jumat pagi, kami pun berkumpul di kediaman saya di Kelurahan Pamusian Tarakan, untuk melakukan persiapan loading meletakkan sembako-sembako. Namun, karena cukup banyak maka digunakanlah 2 unit mobil yang kemudian saling beriringan membawa sembako menuju RT 19, RT 35 dan RT 37 Kelurahan Karang Anyar. Setelah bertemu tim dari kelurahan yang sudah bersiap-siap menyambut kami dari Lurah Karang Anyar, Babinsa, Babinkamtibmas dan Ketua-ketua RT.

“Saya kembali mengingatkan ya pak-ibu sekalian, bahwa kita diberi amanah untuk menyerahkan bantuan sembako ini untuk warga yang melakukan karantina mandiri di rumahnya, terkhusus kepada rumah-rumah yang salah satu keluarganya sudah dinyatakan positif Covid-19, selain itu tetangga-tetangganya berdiameter kira-kira 20 meter lah,” ujar saya sedikit memberikan penjelasan.

Setelah itu, tim gabungan dari Newstara, Perwakilan dari ON-on SR Tarakan dan Kelurahan Karang Anyar langsung bergerak menuju rumah-rumah terdampak. Saat berada di salah satu RT rumah warga di Karang Anyar, ada sedikit prihatin melihat pemandangan seorang kakek tua yang kabarnya sempat berjalan-jalan keluar gang depan. Konon, si kakek ini merupakan salah satu ODP karena istrinya sudah lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

Petugas Babinkamtibmas dari TNI-Polri pun sempat kesal dan meminta si kakek untuk tetap dirumah, dan orang-orang di rumahnya pun diminta turut menjaga si kakek agar jangan pergi keluar rumah. Bahkan, tetangga dan Ketua RT pun diminta untuk melihat warganya yang diwajibkan Karantina Mandiri di rumah untuk tidak keluar dari rumahnya masing-masing.

“Saya mohon bapak-ibu untuk diam dirumah duu, jangan keluar-keluar dulu, apa perlu saya lockdown ini gang supaya kalian diam dirumah saja,” tutur petugas Babinkamtibmas kepada warga disekitar.

Setelah diberikan arahan, tim pun kembali menyerahkan bantuan sembako lagi. Namun, kembali ada penampakan yang lagi-lagi membuat kita khawatir di RT sebelah yang salah satu warganya sudah dinyatakan positif Covid-19. Saat diberikan bantuan sembako, namun kosong tak berpenghuni dan oleh tetangga sekitar dikatakan kedua rumah tersebut masih berjualan di pasar.

Seketika kami pun sempat kaget, karena hanya bersebelah dengan rumah si positif Covid-19 namun kenapa bisa tetangganya dengan cuek tetap pergi berjualan ke pasar. Apakah tidak masalah, apakah diperbolehakan, bukankah masih dalam proses karantina wilayah. Kenapa harus bebas keluar rumah untuk beraktifitas.

Banyak pertanyaan yang muncul, hingga saat ini tidak ada jawaban yang pasti dan yang jelas. Namun, hanya cukup kami mengingatkan bahwa hal tersebut tidak lah dibenarkan dan kami pun kembali pada tugas kami membagikan sembako.

“Ini keluarganya yang tinggal serumah sama dia kira-kira kena positif Covid-19 kah mas,” tutur salah satu tim kami yang sempat khawatir ikut tertular.

Oh iya, hampir saya lupakan bahwa tim donasi Newstara yang turun kelapangan sudah dilengkapi dengan masker kain, dan sarung tangan karet serta lengkap dengan hand sanitizer untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan. Serta, saat berbicara tetap menjaga jarak satu meter.

“Insa Allah aman, karena kita sudah lengkapi dengan masker, sarung tangan dan hand sanitizer,” ucapku memberi semangat tim.

Rata-rata puluhan sembako kami salurkan kepada masing-masing keluarga yang benar-benar terdampak Covid-19, dan setelah selesai di Kelurahan Karang Anyar maka tim pun langsung pun menuju ke Pantai Amal. Dilokasi tersebut, memang tidak terdampak langsung dengan penderita namun karena Covid-19 ini melanda membuat sejumlah keluarga disana kesulitan memasarkan hasil ikannya. Sementara, ada beberapa keluarga yang hidup dalam garus kemiskinan.

Kamipun sebelumnya sudah janjian dengan tim di pantai Amal untuk membagikan sembako pada Jumat pagi, dan hampir beberapa keluarga penerima sudah dihubungi. Tim pun bergerak ke lokasi, namun ada sedikit keanehan saat mendekati salah satu rumah penerima sembako yang terdapat bendera putih dan banyak orang berkumpul.

Allah SWT berkata lain dan informasi salah satu penerima sembako kami terlebih dahulu meninggal dunia pada pukul 10.00 pagi atau selisih hanya 1 jam sebelum kami tiba di rumahnya. Seketika, salah satu keluarganya pun menangis begitu menyambut tim donasi Newstara di depan rumahnya. Sembako pun tetap kami serahkan karena sudah masuk dalam listing dan sudah diniatkan sebelumnya.

Bergerak di rumah lainnya, kamipun bertemu dengan seorang ibu yang menderita diabetes dan terlihat pada ujung kakinya sudah melebam merah kehitam-hitaman dan ia hanya bisa duduk di dapur rumahnya. Melihat kedatangan kami, dan menyampaikan niat untuk memberikan donasi sembako seketika itupula ibu itu langsung menangis dan meneteskan air matanya sedih dan terharu.

“Terima kasih ya nak, ya Allah semoga Allah memberikan pahala, rejeki dan kesehatan untuk yang menyumbangkan ya nak, terima kasih ibu ya nak,” ujarnya sambil menyeka air matanya.

Kami pun tidak bisa berkata-kata lagi, hanya berharap sembako dari donasi Newstara bisa bermanfaat dan sedikit meringankan himpitan ekonomi yang melanda atas terjadinya badai Covid-19 ini.

Setelah menyerahkan beberapa paket sembako di Pantai Amal Tarakan ini, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Batu. Lagi-lagi, disini mobil kami hanya bisa berhentiu di depan masjid dan berjalan kaki hampir satu kilometer masuk kedalam dengan membawa puluhan paket sembako. Namun, karena niat yang lurus untuk membantu warga maka apapun tetap dijalankan.

Oleh tim yang sudah bersiap-siap di lokasi tersebut, langsung disambut dan diperkenalkan dengan RT setempat dan menuju rumah-rumah terdampak. Disini, sebenarnya cukup banyak rumah-rumah yang harus dibantu karena mereka terlihat sangat membutuhkan bantuan sembako tersebut. Namun, karena tim donasi Newstara membawa sembako terbatas maka hanya diperuntukkan yang benar-benar terdampak dan kesulitan himpitan ekonomi dengan adanya badai Covid-19 ini.

Setelah selesai, kami pun sangat-sangat lelah dan beristirahat di salah satu warung. Dan menyempat diri untuk membeli snack dan minuman dingin pelepas dahaga, karena terlalu bersemangatnya kami hingga lupa dengan lelah dan lapar melanda. Padahal, jam sudah menunjukkan pukul 13.30 siang. Dan kamipun memutuskan untuk beristirahat sembari melapor kepada sang pemilik alam semesta Allah SWT.

….

Tidak terasa jam dipergelangan tangan sudah menunjukkan pukul 16.00 sore padahal sebelumnya sudah janjian dengan tim yang akan membantu yakni ibu dr Ary Yusnita dan ibu Hj. Ulfah untuk menyerahkan bantuan di sekitar Gang 45 Kelurahan Sebengkok. Akhirnya, kami pun menuju lokasi dan disambut oleh tim dan Ketua RT yang menunjukkan rumah-rumah terdampak Covid-19.

Rumah pertama yang kami datangi adalah yang suaminya dinyatakan positif Virus Corona (Covid-19) dan sudah di isolasi di Rumah Sakit Tarakan untuk dilakukan perawatan tim dokter. Saat kami mengucapkan salam, muncul seorang ibu dan anaknya yang masih kecil membukakan pintu dan tetap tersenyum.

Kami pasti ikut memahaminya, begitu banyak cibiran dan ucapan orang-orang terhadap si positif Covid-19 hanya saja perlu kita tekankan bahwa penderita yang sudah di vonis virus ini bukanlah sebuah aib yang harus ditutup-tutupin, Covid-19 bukanlah seperti penyakit AIDS yang disebabkan karena seks bebas atau penyalahgunaan suntik narkoba.

Setelah selesai kami memberikan sembako dan dibantu oleh Hj. Ulfah dan ibu dr Ary Yusnita, tidak terasa waktu berlalu sudah lebih dari 1,5 jam kami lewati dengan penuh canda tawa, senyuman dan kadang-kadang kami selfie bersama.

Bahkan, pak RT yang terkesan garang juga ikut bercanda bersama sambil kami menyerahkan bantuan sembako tersebut kepada yang berhak. Mulai dari, keluarga yang hidup dalam kemiskinan hingga tetangga disekitar rumah positif Covid-19 yang ikut melakukan karantina mandiri.

“Alhamdulillah tugas kita sudah selesai dan mudah-mudahan apa yang kita usahakan dan kita lakukan menjadi buah berkah dan pahal kepada kita semua,” ujar saya dan disambut ucapan “Aamiin” dari dr Ary Yusnita dan Hj Ulfah.

Sekedar informasi, Redaksi Newstara.com menghimpun para penyumbang untuk bersama-sama melawan Covid-19 di Kaltara dengan ikut berbagi menyumbangkan sedikit rejekinya. Baik berupa uang tunai, paket sembako maupun masker.

Update Listing Sumbangan/Donasi Melawan Covid-19 di Kaltara:

01. Redaksi Newstara Paket Sembako (10 Paket)
02. Ibu dr Ary Yusnita (Tokoh Srikandi Kaltara) Rp. 500.000
03. Bapak Mikael (TA Pak Marthin Billa) Rp. 500.000
04. Bapak Agus Toni (Manager PT Gusher Tarakan) Rp. 500.000
05. Bapak Jufri Budiman (Anggota DPRD Kaltara) Rp 500.000 dan Masker
07. Bapak H. Jusuf Serang Kasim (Tokoh Kaltara) Rp. 500.000
08. Ibu Hj. Ulfa (Warga Jembatan Besi Trk) Rp 500.000
09. Ibu Hj. Narty (Warga Pasir Putih Tarakan) Rp 500.000
10. Bapak H. La Tinro La Tunrung Rp. 500.000
11. Hamba Allah Rp 200.000
12. Hamba Allah Rp 100.000
13. On-On Selamat Run (SR) Tarakan Rp. 2.900.000
14. Ibu Imah (Toko Barokah) Rp 500.000 dan Sembako
15. Bapak Iwan Setiawan Rp 500.000
16. Dian Calista/H. Ibrahim (Warga Beringin) Rp 500.000
17. H. Iswan/ Hj. Emy Santi (Warga Kamp. Pukat) Rp 1.000.000
18. Ibu Oktara Kusuma (Warga Pamusian RT. 4 Trk) Sumbang 3 sak beras (60 Kilogram)
19. …….
21. …….
22. …….
23. …….

(***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement





More in Kaltara